Ketika kau bangun pagi, AKU memandangmu dan berharap engkau akan menyapa-KU, dan berbicara pada-KU walau hanya sepatah kata, untuk meminta pendapat-KU atau bersyukur atas sesuatu hal yang indah kemarin atau pagi ini . . . . .
Tetapi, KUlihat kau begitu sibuk mempersiapkan diri untuk pergi ke sekolah... AKU kembali menanti saat kau bersiap . . AKU tahu akan ada sedikit sedikit waktu bagimu untuk berhenti dan menyapa-KU sejenak, tapi engkau terlalu sibuk . . . .
Saat di sekolah, kau buka bekal makan siangmu, kau memandang sekitar, mungkin merasa malu untuk berbicara pada-KU, itulah sebabnya engkau tidak menundukan kepala dan bersyukur pada-KU . . . padahal tak jauh dari tempatmu duduk, KUlihat beberapa dari mereka menyapa-Ku sejenak dan mengucap syukur untuk makanan di hadapan mereka . . . .
Masih ada waktu tersisa, dan AKU berharap engkau akan berbicara kepada-KU, meskipun saat engkau pulang ke rumah, kelihatannya seakan-akan banyak hal yang harus kamu kerjakan . . . .
Saat engkau pulang, dirimu disibukkan dengan tugas-tugas sekolah . . AKU masih berharap agar engkau menyapaku sebentar saja, namun engkau begitu sibuk . . Tapi, AKU tetap setia menemanimu . . . .
Setelah tugasmu selesai, kau duduk menyalakan komputer, lalu menghabiskan banyak waktu dengannya setiap hari, mengobrol dengan teman-teman mu, main game, tanpa memikirkan apapun dan hanya menikmati hiburan tersebut . . .
Kembali AKU menanti dengan sabar, saat kau main game, saat kau menonton televisi, saat kau menikmati makan malammu, tetapi kembali kau tidak berbicara pada-KU . . . .
Saat tidur, KUpikir kau merasa terlalu lelah . . setelah mengucapkan selamat malam kepada keluargamu, kau melompat ke tempat tidur dan tertidur tanpa sepatahpun nama-KU kau sebut . . . . . .
Engkau menyadari bahwa AKU selalu hadir untukmu . . . . . . . .
AKU telah bersabar lebih lama dari yang kau sadari . . AKU bahkan ingin mengajarkan bagaimana bersabar terhadap orang lain . . AKU sangat menyayangimu, setiap hari AKU menantikan sepatah kata, doa, pikiran, atau ucapan syukur dari hatimu . . . .
Keesokkan harinya , engkau bangun kembali dan kembali AKU menanti dengan penuh kasih bahwa hari ini kau akan memberiku sedikt waktu untuk menyapa-KU . . .
- Anakku, AKU begitu mengasihimu, sangat mencintaimu dan begitu merindukanmu . . AKU rindu setiap kata-kata yang tulus keluar dari hatimu . . AKU akan terus setia menyertaimu dan menemanimu . . . Ingatlah anak-KU, bahwa AKU tidak akan pernah sedetik pun meninggalkan mu, AKU hanya ingin menjadi seorang SAHABAT bagimu . . .
With LOVE,
- Your Lovely Father -
Tidak ada komentar:
Posting Komentar