.

Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 28 September 2011

Karawang-Bekasi

hari ini aku kuliah Public Speaking... di kelas hari ini, kita belajar bagaimana caranya mengungkapkan pendapat dengan baik. kata dosennya, salah satunya dengan cara membaca puisi. Makanya hari ini kita berlatih baca puisi. Pembacaan ku kacau... Ud lama g latihan teater T_T

tapi puisinya buaguuus bgt....

This is it...

KARAWANG BEKASI
buah karya Chairil Anwar

Kami yang kini terbaring antara Karawang-Bekasi
Tidak bisa teriak "Merdeka" dan angkat senjata lagi
Tapi siapakah yang tidak lagi mendengar deru kami
Terbayang kami maju dan berdegap hati?
Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak
Kami mati muda. Yang tinggal tulang diliputi debu
Kenang, kenanglah kami
Kami sudah coba apa yang kami bisa
Tapi kerja belum selesai, belum apa-apa
Kami sudah beri kami punya jiwa
Kerja belum selesai, belum bisa memperhitungkan arti 4-5 ribu jiwa
Kami cuma tulang-tulang berserakan
Ataukah jiwa kami melayang untuk kemerdekaan, kemenangan dan harapa
Atau tidak untuk apa0apa
Kami tidak tahu, Kami tidak bisa lagi berkata
Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak
Kenang, kenanglah kami
Menjaga Bung Karno
Menjaga Bung Hatta
Menjaga Bung Syahrir
Kami sekarang mayat
Berilah kami arti
Berjagalah terus di garis batas pernyataan dan impian
Kenag, kenanglah kami
Yang tinggal tulang-tulang diliputi debu
Beribu kami terbaring antara Karawang-Bekasi


buat aku pribadi, puisi ini mengingatkan kita kalo Indonesia belumlah 100% merdeka. Karena yg dinamakan merdeka adalah kebebasan. Tapi banyak org Indonesia, saudara2 kita di pulau terpencil yg belum bebas.

banyak org yg belum bebas dari kebodohan
banyak org yg belum bebas dari kemiskinan
banyak org yg belum bebas untuk mengeluarkan pendapat

so,, sebagai kaum muda,, tugas kitalah untuk meneruskan perjuangan para pahlawan tanpa nama tersebut..

^^ *ichan_nasionalisme mode* hahahaa

salam MERDEKA!!!

Selasa, 30 November 2010

Kalian

Aku rindu

Canda tawa kalian

Tangis kita

Perdebatan kita

Aku ingat

Di tahun itu

Tahun pertama kita bersama

Suka duka berjuang

Satu tujuan

Aku pun ingat

Kita terpisah jalan di tahun kedua

Namun kita tetap bersama

Tak ada yang berubah

Jelas di benakku

Kita berjuang dalam UAN

Lima hari kita berperang

Untuk kelulusan

Tangismu, tangisku

Di bulan Juni

Mengawali kelulusan

Kini kita terpisah

kau di sana

Dia di sana

dan aku di sini

Tapi,

Satu hal yang pasti

aku kangen kalian

101103

07.51pm

Selasa, 02 November 2010

Kucari Jawab

Di mata air, di dasar kolam
Kucari jawab teka-teki alam
Di kawan awan kian kemari
Di situ juga jawabnya kucari
Di warna bunga yang kembang
Kubaca jawab, penghilang bimbang
Kepada gunung penjaga waktu
Kutanya jawab kebenaran tentu
Pada bintang lahir semula
Kutangis jawab teka-teki Allah
Ke dalam hati, jiwa sendiri
Kuselam jawab! Tidak tercari
Ya Allah Yang Maha...Dalam
Berikan jawab teka-teki alam
Ya Tuhan Yang Maha Tinggi
Kunanti jawab petang dan pagi
Hatiku haus 'kan kebenaran
berikan jawab di hati ku sekarang

J.E. Tatengkeng
(Tonggak I)

Sahabat

Apalah sahabat
Tak ku mengerti
Siapa sahabatku

Ku cari
Sahabat sejati
Seorang yang mampu
Mengerti akan ku

Tapi,
"Dia" yang kukira sahabat
Menikam
Menusuk ku

Tuhan,
Beri aku seorang
Yang mampu memendam
Rahasia dan Duka
Seorang yang mengerti
Akan diriku

290309

Bunga Tidur

Malam tlah tiba
pejamkan matamu
Petiklah bunga tidurmu
Lupakan Kenangan kita

Tak pantas ku'tuk mu
Raihlah bahagia
Hilangkan tentangku

Tidurlah
Bulan 'kan temani
selama ia dapat

Saat mentari datang
Bulan 'kan hilang
Bersama kenangan ku
Hilang dalam sunyi

Lupakan sang bulan
Bersama diriku
Dan kenangan kita

Sambutlah mentari
Dan hari cerahmu
Tanpa ku
Kau 'kan bahagia

anonymous
290309

Tentang Dia

Hidup adalah sebuah pilihan
Namun terkadang kita tak punya pilihan
Hidup seolah seperti seekor kupu-kupu
Kupu-kupu yang menari di antara bunga-bunga dan terbang bersama angin
Sayapnya indah...Namun rapuh
Hatinya tulus...Namun Hancur
Ia tak tahu kemana akan pergi
Kecuali hanya menunggu dan menunggu waktu
Menunggu waktu yang tak jelas kapan datangnya
Dan setelah waktu itu datang,
Ia hanya terkapar jatuh
Tak berdaya bersama dengan daun-daun kering yang berguguran

By : AC